Agama dan Perilaku Politik Kiai: Relasi Otoritas Keagamaan dan Dinamika Politik

Rp100.000

About The Author

Dr. H. Ahmad Subqi

Buku ini berjudul Agama dan Perilaku Politik Kiai: Relasi Otoritas Keagamaan dan Dinamika Politik Lokal. Judul ini lahir bukan dari ruang perpustakaan semata, melainkan dari pergumulan panjang penulis mengamati, bertanya, dan sesekali terlibat dalam percakapan-percakapan di serambi masjid, ruang tamu pesantren, hingga forum-forum musyawarah desa yang tanpa disadari selalu menyisakan satu pertanyaan yang sama: sejauh mana otoritas keagamaan seorang kiai bergerak, bergeser, dan kadang berbenturan dengan kepentingan politik yang mengitarinya?
Pertanyaan itu sederhana untuk diucapkan, tetapi tidak sesederhana itu untuk dijawab. Kiai, dalam banyak literatur maupun dalam kesaksian masyarakat, bukan sekadar figur keagamaan yang berdiri di atas mimbar dan mengajarkan kitab kuning. Ia adalah simpul sosial yang menjalin kepercayaan, moralitas, dan pengaruh, sehingga tidak jarang posisinya ditarik-tarik oleh kepentingan politik praktis, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh pihak-pihak yang membutuhkan legitimasinya. Di titik inilah relasi antara otoritas keagamaan dan dinamika politik lokal menjadi menarik sekaligus rumit untuk ditelaah.
Penulisan buku ini berangkat dari keresahan akademik sekaligus keresahan sosial. Sebagai bagian dari masyarakat yang tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan tradisi kepesantrenan, penulis merasa perlu untuk mendudukkan persoalan ini secara lebih jernih, tidak sekadar dengan asumsi atau prasangka, melainkan melalui pembacaan yang lebih sistematis atas data, peristiwa, dan pola-pola yang terjadi di lapangan. Penulis meyakini bahwa memahami perilaku politik kiai tidak bisa dilepaskan dari pemahaman terhadap struktur otoritas keagamaan yang melingkupinya, sebagaimana juga tidak bisa dilepaskan dari konteks politik lokal yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Dalam proses penyusunannya, penulis menyadari sepenuhnya bahwa topik ini menyentuh ranah yang sensitif. Membicarakan kiai dan politik seringkali berada di persimpangan antara penghormatan dan kritik, antara pengakuan atas jasa keagamaan dan kegelisahan atas potensi penyalahgunaan otoritas. Karena itu, penulis berupaya untuk menempatkan diri seobjektif mungkin, tidak untuk menghakimi, apalagi merendahkan peran kiai dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat, melainkan untuk membuka ruang diskusi yang lebih sehat mengenai bagaimana otoritas keagamaan dan kekuasaan politik saling berkelindan dalam konteks lokal.
Buku ini tentu tidak lahir sendirian. Banyak pihak yang telah membersamai proses ini, baik dalam bentuk diskusi, masukan, kritik, maupun dukungan moral yang tidak ternilai harganya. Penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para guru dan dosen pembimbing yang telah membuka wawasan penulis sejak awal, kepada para kiai dan tokoh masyarakat yang bersedia meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan pandangan mereka, serta kepada rekan-rekan sejawat yang tidak segan memberikan koreksi ketika arah tulisan ini mulai melenceng dari maksud semula. Tidak lupa, ucapan terima kasih yang paling dalam penulis sampaikan kepada keluarga, yang dengan sabar menemani setiap proses penulisan, termasuk pada saat-saat penulis harus mengorbankan waktu bersama demi menyelesaikan naskah ini.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Agama dan Perilaku Politik Kiai: Relasi Otoritas Keagamaan dan Dinamika Politik”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *