Banyak orang mengira bahagia adalah saudara kembar dari sejahtera. Padahal, sejahtera itu urusan memiliki, sementara bahagia itu urusan menikmati.
Sering kali kita merasa lelah bukan karena jalan yang terjal, melainkan karena energi kita habis tersita untuk mengatur arah angin—hal-hal di luar kuasa kita. Buku ini adalah undangan untuk pulang ke dalam diri, membangun kembali Daulat Hati, dan memastikan bahwa apa pun tingkat kesejahteraan kita, batin kita tetap memiliki “kursi empuk” untuk bersandar.
Lewat bahasa yang jujur dan hangat, penulis mengajak kita berhenti menjadi tawanan keadaan. Karena bahagia itu mandiri; ia tidak menunggu dunia menjadi ramah untuk bisa hadir.
Jangan sampai kita sibuk membangun kemegahan di luar, tapi lupa merawat kedamaian di dalam.
Buku ini bukan sekadar teori tentang kebahagiaan, melainkan sebuah percakapan hangat dari hati ke hati. Penulis mengajak kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia untuk menemukan kembali kedaulatan batin yang sering kita lupakan. Membacanya seperti sedang menyeruput teh hangat di sore hari; menenangkan dan mencerahkan.
DR. KH. A. Zaki Mubarak, S.Pd., M.Si., M.Pd., CWC., Penulis





Reviews
There are no reviews yet.